Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
Ciri-Ciri Sistem Pakar
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :
Keuntungan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4. Meningkatkan output dan produktivitas.
5. Meningkatkan kualitas.
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
9. Memiliki reabilitas.
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan
.
Kelemahan Sistem Pakar
Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya.
3. Sistem Pakar tidak 100% bernilai benar.
Alasan Pengembangan Sistem Pakar
Sistem pakar sendiri dikembangkan lebih lanjut dengan alasan :
Modul Penyusun Sistem Pakar
Menurut Staugaard (1987) suatu sistem pakar disusun oleh tiga modul utama yaitu :
1. Modul Penerimaan Pengetahuan (Knowledge Acquisition Mode) Sistem berada pada modul ini, pada saat ia menerima pengetahuan dari pakar. Proses mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang akan digunakan untuk pengembangan sistem, dilakukan dengan bantuan knowledge engineer. Peran knowledge engineer adalah sebagai penghubung antara suatu sistem pakar dengan pakarnya.
2. Modul Konsultasi (Consultation Mode)
Pada saat sistem berada pada posisi memberikan jawaban atas permasalahan yang diajukan oleh user, sistem pakar berada dalam modul konsultasi. Pada modul ini, user berinteraksi dengan sistem dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sistem.
3. Modul Penjelasan (Explanation Mode)
Modul ini menjelaskan proses pengambilan keputusan oleh system (bagaimana suatu keputusan dapat diperoleh).
Struktur Sistem Pakar
Komponen utama pada struktur sistem pakar menurut Hu et al (1987) meliputi:
1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.
2. Mesin Inferensi (Inference Engine)
Mesin inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian. Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua teknik pengendalian tersebut.
3. Basis Data (Data Base)
Basis data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah-kaidah dalam sistem. Basis data menyimpan semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi, maupun fakta-fakta yang diperoleh pada saat proses penarikan kesimpulan sedang dilaksanakan. Basis data digunakan untuk menyimpan data hasil observasi dan data lain yang dibutuhkan selama pemrosesan.
4. Antarmuka Pemakai (User Interface)
Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai.dengan komputer.
Teknik Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan adalah suatu teknik untuk merepresentasikan basis pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi/keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain. Teknik ini membantu knowledge engineer dalam memahami struktur pengetahuan yang akan dibuat sistem pakarnya. Terdapat beberapa teknik representasi pengetahuan yang biasa digunakan dalam pengembangan suatu sistem pakar, yaitu
a. Rule-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta (facts) dan aturan (rules). Bentuk representasi ini terdiri atas premise dan kesimpulan.
b. Frame-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk hirarki atau jaringan frame.
c. Object-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan sebagai jaringan dari obyek-obyek. Obyek adalah elemen data yang terdiri dari data dan metoda (proses).
d. Case-Base Reasoning
Pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk kesimpulan kasus (cases).
Inferencing dengan Rule : Forward dan Backward Chaining
Inferensi dengan rules merupakan implementasi dari modus ponen, yang direfleksikan dalam mekanisme search (pencarian). Dapat pula mengecek semua rule pada knowledge base dalam arah forward maupun backward. Proses pencarian berlanjut sampai tidak ada rule yang dapat digunakan atau sampai sebuah tujuan (goal) tercapai. Ada dua metode inferencing dengan rules, yaitu forward chaining atau data-driven dan backward chaining atau goal-driven.
a. Backward chaining
b. Forward chaining
DiPosting oleh: RIZKY RAHMANDHANI (11085834)
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF (EIS)
http://oktadymalik.multiply.com/journal/item/44
Pengertian Sistem Informasi Eksekutif (EIS)
Suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengnai kinerja keseluruhan perusahaan.
Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan beberapa konsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat memantau seberapa baiknya kinerja perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Konsep dasar tersebut terbagi atas 3 hal, yaitu :
a. Faktor penentu keberhasilan (critical success factor)
Adalah hal-hal (factor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi. Factor-faktor ini dalam setiap perusahaaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan.
b. Management By Exception (MBE)
Perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.
c. Model Mental
Peran utama EIS adalah membuat sari dari data dan informasi yang volumenya besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut penempatan informasi (information compression). Dimana menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan.
Model tersebut memungkinkan seseorang membuat penilaian dan perkiraaan untuk memahami, memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengembalikan pelaksanaannya .
Konfigurasi EIS berbasis computer pada dasarnya meliputi sau computer personal. Dalam perusahaan PC dihubungkan dengan mainframe. Computer personel berfngsi sebagai eksekutif workstation. Konfigurasi perangkat kerasnya mencakup penyimpanan sekunder (hardisk) yangmenyimpan database eksekutif. Database eksekutif data dan informasi yang telah diproses sebelumnya telah diproses oleh komputer sentral. Eksekutif hanya tinggal melakukan menu pilihan untuk melakukan proses. System juga memungkinkan pemakai menggunakan kotak pos elektronik untuk mengakses data dan informasi dari lingkungan.
Keputusan Penerapan EIS
Untuk memutuskan apakah akan diterapkan EIS berbasis computer atau tidak perusahaaan perlu membuat tiga keputusan :
a. Perlu mengembangkan EIS ?
Jika tidak, eksekutif akan mengandalkan system yang ada
Jika ya , maka ekskutif akan menyusun rencana dan tujuan dalam pengembangan dari system yang ada ( ini tergantung pada masing masing perusahaan sesuai dengan kebutuhan informasi )
b. Apakah tersedia perangkat lunak produktivitas perorangan siap pakai
Jika ada, gunakan perangkat lunak tersebut
Jika tidak ada, maka eksekutif akan melihat seberapa pentingnya dan apakah menambah efisiensi jika di lakukan penambahan perangkat lunak.
c. Perlukah kita membeli perangkat lunak EIS siap pakai ?
Jika ya, maka perangkat lunak dibeli
Jika tidak, staf spesialisasi informasi perusahaan menciptakan perangkat lunak EIS sendiri .
Faktor-faktor penentu keberhasilan penerapan EIS
a. sponsor eksekutif yang mengerti dan berkomitmen Eksekutif tingkat puncak (CEO) harus berfungsi sebagai sponsor eksekutif EIS agar mampu mendorong penerapan EIS diperusahaan
b. Sponsor Operasi
Jika sponsor eksekutif terlalu sibuk, maka sebagian tugas dilimpahkan kepada eksekutif puncak lain sebagai sponsor operasi yang bekerja sama dengan spesialis informasi unuk memastikan pelaksanaan pekerjaaan
c. staf jasa informasi yang sesuai
harus tersedia spesialis informasi yang tidak hanya mengerti teknologi informasi, tetapi tahu juga cara eksekutif menggunakan system tersebut.
d. Teknologi Informasi yang sesuai
Penggunakan teknologi informasi harus benar-benar sesuai dengan keinginan eksekutif, tidak lebih atau kurang.
e. Manajemen data
Tidak hanya untuk menghasilkan informasi, eksekutif juga menginginkan sejauh mana kemutakhiran dari data dan informasi yang dihasilkan.
Comment Denden Putra Pamungkas
Sistem Informasi Eksekutif atau Executive Infromation System (EIS) merupakan salah satu bagian penting yang harus dimiliki oleh bagian eksekutif, misal: direktur, manajer, dan atau tingkatan yang setara dengan itu, untuk bisa mengawasi dan seterusnya bisa melakukan evaluasi dan bisa mengambil keputusan melalui DSS ( Sistem Penunjang Keputusan ) dengan melihat hasil yang diperoleh dari Sistem Infrmasi eksekutif tersebut.
Pengembangan EIS dapat terjadi akibat:
Keuntungan yang bisa didapat dengan adanya EIS, diantaranya :
Sedangkan Kelemahan yang ada pada EIS, diantaranya :
Dari beberapa hal tersebut di atas, maka EIS sebaiknya:
Posted by : Denden P Pamungkas, [Kelas: 11.3A.16, NIM: 11085849]
Making decisions concerning complex systems (e.g., the management of organizational operations, industrial processes, or investment portfolios; the command and control of military units; the control of nuclear power plants) often strains our cognitive capabilities. Even though individual interactions among a system’s variables may be well understood, predicting how the system will react to an external manipulation such as a policy decision is often difficult. What will be, for example, the effect of introducing the third shift on a factory floor? One might expect that this will increase the plant’s output by roughly 50%. Factors such as additional wages, machine weardown, maintenance breaks, raw material usage, supply logistics, and future demand also need to be considered, however, because they will all affect the total financial outcome of this decision. Many variables are involved in complex and often subtle interdependencies, and predicting the total outcome may be daunting.
There is a substantial amount of empirical evidence that human intuitive judgment and decision making can be far from optimal, and it deteriorates even further with complexity and stress. In many situations, the quality of decisions is important; therefore, aiding the deficiencies of human judgment and decision making has been a major focus of science throughout history. Disciplines such as statistics, economics, and operations research developed various methods for making rational choices. More recently, these methods, often enhanced by various techniques originating from information science, cognitive psychology, and artificial intelligence, have been implemented in the form of computer programs, either as stand-alone tools or as integrated computing environments for complex decision making. Such environments are often given the common name of decision support systems (DSSs). The concept of DSS is extremely broad, and its definitions vary, depending on the author’s point of view. To avoid exclusion of any of the existing types of DSSs, we define them roughly as interactive computer-based systems that aid users in judgment and choice activities. Another name sometimes used as a synonym for DSS is knowledge-based systems, which refers to their attempt to formalize domain knowledge so that it is amenable to mechanized reasoning.
Decision support systems are gaining an increased popularity in various domains, including business, engineering, the military, and medicine. They are especially valuable in situations in which the amount of available information is prohibitive for the intuition of an unaided human decision maker, and in which precision and optimality are of importance. Decision support systems can aid human cognitive deficiencies by integrating various sources of information, providing intelligent access to relevant knowledge, and aiding the process of structuring decisions. They can also support choice among well-defined alternatives and build on formal approaches, such as the methods of engineering economics, operations research, statistics, and decision theory. They can also employ artificial intelligence methods to heuristically address problems that are intractable by formal techniques. Proper application of decision-making tools increases productivity, efficiency, and effectiveness, and gives many businesses a comparative advantage over their competitors, allowing them to make optimal choices for technological processes and their parameters, planning business operations, logistics, or investments.
Although it is difficult to overestimate the importance of various computer-based tools that are relevant to decision making (e.g., databases, planning software, spreadsheets), this article focuses primarily on the core of a DSS, the part that directly supports modeling decision problems and identifies best alternatives. We briefly discuss the characteristics of decision problems and how decision making can be supported by computer programs. We then cover various components of DSSs and the role that they play in decision support. We also introduce an emergent class of normative systems (i.e., DSSs based on sound theoretical principles), and in particular, decision-analytic DSSs. Finally, we review issues related to user interfaces to DSSs and stress the importance of user interfaces to the ultimate quality of decisions aided by computer programs.
Komentar :
Menurut saya DSS merupakan sistem informasi manajenem yangbertujuan untuk memudahkan para managerial untuk menentukan pilihan dari beberapa kemungkinan pilihan yang ada.
Pada dewasa ini DSS telah banyak digunakan pada perusahaan baik itu negeri maupun swasta karena dengan adanya DSS para manager lebih mudah memutuskan mana urusan yang lebih penting dan mana yang tidak.
diantara kegunaan dan fungsi DSS adalah :
1. Membandingkan data minggu lalu dengan hari ini
2. Menginformasikan data yang bisa dihitung seperti : barang di gudang, Barang yang terjual, Laba perusahaan, Dll.
3. Menampilkan tabel dalam bentuk grafik dan persentase.
selain di perusahaan DSS juga sekarang sudah dipakai di kalangan militer dan pembisnis. Apabila di militer DSS berfungsi sebagai perbandingan daerah dengan daerah lain dalam berperang dan untuk menyusun strategi untuk menyerang musuh.
Apabila di pembisnis DSS berfungsi sebagai penentu dan perbandingan saham dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun.
Nama: Sheilla Septianti, Kelas:11.3A.16, Nim: 11085847
Sebagai Sistem informasi konseptual, komputer digunakan dalam menjadwalkan produksi, mengatur persediaan, mengendalikan kualitas produk dan melaporkan biaya produk.
Semua aplikasi untuk fsiik maupun konseptual disebut CIM (Computer Integrated Manufacturing).
Pendekatan Mengelola Proses Manufaktur Menggunakan Informasi:
♪ Titik Pemesanan Kembali / ROP (ReOrder Point)
Adalah pendekatan reaktif yaitu keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali dengan menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu.
♪ Perencanaan Kebutuhan Material / MRP (Material Requirements Plannings)
Adalah pendekatan proaktif yaitu mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya.
Komponen-komponen utama sistem MRP:
1. Sistem Penjadualan Produksi
Yaitu menyiapkan master production schedule yang memproyeksikan produksi hingga satu tahun ke depan untuk mengakomodasi proses produksi. Master production schedule menggunakan 4 file data mencakup file Pesanan Pelanggan, file Ramalan Penjualan, File Persediaan Barang Jadi, file Kapasitas Produksi.
2. Sistem Material Requirements Planning
yaitu menentukan berapa banyak material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan.
File yang diperlukan:
File Bill Of Material, kuantitas pada bill of material dikalikan dengan jumlah unit yang akan diproduksi kebutuhan bruto (gross requirements).
File Persediaan Bahan Baku digunakan untuk menentukan material yang telah dimilki. Material tersebut dikurangi dengan kebutuhan bruto kebutuhan netto (net requirements) yaitu jumlah yang harus dibeli untuk memenuhi jadual produksi.
3. Sistem Capacity Requirements Planning
Berhubungan dengan sistem Material Requirements Planning
Untuk memastikan bahwa produksi terjadual sesuai dengan kapasitas pabrik.
4. Sistem Pengeluaran Pesanan (Order Release System)
Menggunakan jadual pesanan terencana untuk input dan mencetak laporan pengeluaran pesanan (order release
report). Satu salinan diserahkan kepada pembeli di departemen pembelian untuk berunding dengan pemasok, dan salinan lain dikirimkan ke manajer manufaktur untuk mengontrol proses produksi.
♪ Perencanaan Sumber Manufaktur / MRP II (Manufacturing Resource Plannings)
Adalah mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen material.
Manfaat MRP II :
1. Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien
2. Perencanaan prioritas yang lebih baik
3. Pelayanan pelanggan yang meningkat
4. Semangat pekerja yang meningkat
5. Informasi manajemen yang lebih baik
♪ JUST -IN-TIME (JIT)
Menjaga arus material ke pabrik hingga minimum dengan menjadualnya agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya (just in time)
SUBSISTEM INPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Sistem Informasi Akuntansi, Subsistem Rekayasa Industri, dan Subsistem Intelijen Manufaktur.
Sistem Informasi Akuntansi
Menyediakan data input bagi aplikasi manufaktur. Terminal ditempatkan di seluruh pabrik untuk mencatat kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi produk akhir.
Subsistem Rekayasa Industri
Menyediakan data dan informasi yang menjelaskan operasi manufaktur internal dari Industrial Engineer (IE) yang mempelajari proses produksi agar menjadi lebih efisien yaitu dengan merancang sistem produksi fisik dengan menentukan lokasi pabrik, cara mengatur jalur produksi, dan urutan proses yang harus dilaksanakan.
Subsistem Intelijen Manufaktur
Menyediakan data dan informasi mengenai pemasok dan serikat buruh yang dikumpulkan melalui penelitan khusus dan pertemuan pribadi.
SUBSISTEM OUTPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Subsistem Produksi, Subsistem Persediaan, Subsistem Kualitas.
Subsistem Produksi
Mengukur proses produksi dalam hal waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.
Subsistem Persediaan
Mengukur volume kegiatan produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi.
Perusahaan berusaha meminimumkan biaya pemeliharaan dengan menjaga agar tingkat persediaannya rendah dengan cara memesan dalam kuantitas kecil atau ekonomis. Metode yang dapat digunakan adalah EOQ & EMQ.
EOQ (Economic Order Quantity): menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah.
EMQ (Economic Manufacturing Quantity): menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi.
Subsistem Kualitas
Mengukur kualitas bahan saat bahan tersebut diubah. Diukur mutu/kualitasnya mulai saat diterima dari pemasok, berbagai titik dalam proses produksi, dan barang jadi sebelum meninggalkan pabrik.
Subsistem Biaya
Mengukur biaya yang terjadi dalam proses produksi
nama: Rianty Sulandari, kelas: 11.3A.16, Nim : 11085838
Sesuai perkembangan sekarang, perusahaan yg menggunakan TPS( transaction processing unit, database yang ada dapat digabungkan dengan database non transaksi yg berasal dari sistem informasi fungsional. Gabungan database ini dapat digunakan oleh manajer semua level untuk membuat laporan, salah satu sistem fungsional yg akan kita bahas sekarang adalah sistem informasi pemasaran.
Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk2 perusahaan tersebut. sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yg berkaitan dengan:
1. Produk
2. Tempat
3. Promosi
4. Harga produk
Menurut mcleod(2000), sistem informasi pemasaran terdiri dari beberapa subsistem antara lain:
1. Subsistem riset pemasaran, merupakan sistem yg berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan dan calon pelanggan.
2. Subsistem informasi pemasaran, merupakan subsistem yg berhubungan dg pengumpulan, pencatatan dan analisis terhadap pesaing.
3. Subsistem pemrosesan transaksi, merupakan subsistem berupa sistem informasi akuntansi.
4. Subsistem produk, berguna untuk membuat rencana produk baru.
5. Subsistem tempat, berguna untuk pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yg sesuai dg pelemparan produk yg dihasilkan.
6. Subsistem promosi, berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
7. Subsistem harga, berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.
8. Subsistem peramalan penjualan, untuk melakukan peramalan penjualan.
komentar….
menurut saya sistem informasi pemasaran di Indonesia ini sebenarnya sudah cukup memadai untuk di pakai di perusahaan – perusahaan besar…..
karena dengan adanya sistem informasi pemasaran kita dapat lebih cepat dalam melakukan transaksi – transaksi dalam proses jual – beli….sehingga tenaga manusia yang di keluarkan tidak begitu besar dan tenaga kerjanya menjadi lebih kreatif dalam menciptakan ide – ide baru.
nama : Krishanti Primasari, [kelas: 11.3A.16, NIM : 11085843]
Tiap perusahaan memiliki system untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem manajemen sumber daya manusia (human resource information system) atau HRIS.
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP).
Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.
Fungsi Sumber Daya Manusia
Fungsi sumber daya manusia memiliki empat kegiatan utama :
• Perekrutan dan Penerimaan.( recruitment and hiring).
• Pendidikan dan Pelatihan.
• Manajemen Data.
• Penhentian dan Administrasi Tunjangan.
Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Model HRIS meliputi tiga subsistem input :
• SIA (Sistem Informasi Akuntansi).
Menyediakan data personil yang berkaitan dengan keuangan.
• Penelitian Sumber Daya Manusia.
Berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh
- Penelitian Suksesi (succession study).
- Analisis dan evaluasi jabatan (job analysis and evaluation).
- Penelitian keluhangrievance studies)
• Inteligen Sumber Daya Manusia.
Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan yang meliputi :
- Inteligen Pemerintah
- Inteligen Pemasok
- Inteligen Serikat Pekerja
- Inteligen Masyarakat global
- Inteligen masyarakat Keuangan
- Inteligen Pesaing
Kemudian dari model subsistem input HRIS dimasukkan ke dalam suatu database yang telah dirancang oleh perusahaan tersebut. Database HRIS bukan hanya data mengenai pegawai tetapi juga mengenai perorangan dan organisasi dilingkungan perusahaan yang mempengaruhi arus personil.
Model HRIS meliputi enam subsistem output yaitu :
• Subsistem Perencanaan Kerja.
• Subsistem Perekrutan
• Subsistem Manajemen Angkatan Kerja.
• Subsistem Tunjangan.
• Subsistem Benefit.
• Subsistem Pelapor Lingkungan.
HRD (HUMAN RESOURCE DEPARTMENT)
HRD atau yang sering dipanjangkan menjadi Human Resources Department, bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Kami percaya bahwa pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek/pilar; dimulai dari :
Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development), Compensation and Benefit (Compensation and Benefit), Manajemen Kinerja (Performance Management), Perencanaan Karir (Career Planning), Hubungan Karyawan (Employee Relations), Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.
Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi.
Seleksi dan rekrutmen bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.
Training dan development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah on-the-job training dan coaching disusul training.
Compensation and Benefit berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.
Penilaian kinerja merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi. Saat ini kami melihat berbagai strategi/metode/sistem penilaian kinerja, namun kami percaya bahwa tanpa eksekusi yang efektif maka strategi/metode/sistem yang sudah disusun akan menjadi sia-sia. Strategi penilaian kinerja yang ideal menurut kami harus dapat menjawab perkalian berikut ini:
Strategic Business Focus x Cascading Accountabilities x High Quality Interactions x Ensured Sustainability = Strategy Realized
Career Planning bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path).
Employee Relation Management biasanya juga berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.
Separation Management adalah fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).
Personnel Administration yang biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.
Kesimpulan:
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna pengambilan keputusan. Dalam kegiatannya, HRIS mengelola dan menjalankan sistem administrasi SDM mulai dari perekrutan dan penerimaan, pendidikan dan pelatihan, manajemen data sampai dengan pemberhentian dan administrasi tunjangan. Sedangkan dalam penerapannya, terdapat model HRIS yang didalamnya meliputi subsistem input (berupa SIA, Penelitian SDM dan Intelijen SDM), serta Output (berupa Subsistem Perencanaan Kerja, Perekrutan, Manajemen Angkatan Kerja, Tunjangan, Benefit dan Pelapor Lingkungan.
Dalam pelaksanaanya, kegiatan HRIS dilakukan oleh HRD (Human Resources Departement) yaitu mengelola tentang Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.
nama : Tuti dwi hayati (kelas:11.3a.16, Nim:11085844)
Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan. Informasi yang diberikan disajikan dalam bentuk laporan khusus, laporan periodik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan komunikasi elektronik.
1. Input
a) Sistem Informasi Akuntansi, Data akuntansi menyediakan catatan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Catatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi, kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan berapa banyak uang yang terlibat. Data ini dapat dianalisis dalam berbagai cara untuk memnuhi sebagian kebutuhan informasi manajemen.
b) Subsistem Audit Internal, terdapat 2 jenis Auditor yaitu (1) eksternal, biasanya terdapat pada perusahaan kecil. (2) internal, biasanya pada perusahaan besar mempunyai staf ini sendiri. Ada empat jenis dasar kegiatan audit internal :
1) Keuangan, menguji akurasi catatan perusahaan dan merupakan jenis kegiatan yang dilakukan oleh auditor eksternal.
2) Operasional, dilakukan untuk memeriksa efektivitas prosedur. Dilakukan oleh analis sistem selama tahap analis dari siklus hidup sistem.
3) Kesesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit operasional. Audit kesesuaian akan berlanjut terus, sehingga prosedur di perusahaan akan terus berajalan dengan baik.
4) Rancangan Sistem Pengendalian Internal, merupakan rencana untuk pelaksanaan audit-audit agar berjalan lebih baik.
c) Subsistem Intelijen Keuangan, digunakan untuk mengidentifikasikan sunber – sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik. Informasi yang diperoleh berasal dari dua pihak, yakni Pemegang saham dan masyarakat keuangan.
2. Output
a) Sistem Peramalan, merupakan salah satu kegiatan matematis tertua dalam bisnis. Ada tiga fakta dasar dalam pemikiran peramalan : (1) Semua peramalan merupakan proyeksidari masa lalu (2) Semua peramalan terdiri dari keputusan semistruktur (3) Tidak ada teknik peramalan yang sempurna.
Terdapat dua jenis peramalan (1) Peramalan Jangka Pendek, dilakukan oleh area fungsional. (2) Peramalan Jangka Panjang, dilakukan oleh suatu area selain pemasaran (suatu kelompok khususyang hanya mempunyai tanggung jawab perencanaan).
Terdapat dua metode peramalan, antara lain :
1) Metode peramalan nonkuantitatif, tidak meliibatkan perhitungan data tetapi didasarkan pada penaksiran subyektif
2) Metode Kuantitatif, melibatkan pembuatan suatu hubungan antara kegiatan yang akan diramal.
b) Subsistem Manajemen Dana, bertugas untuk mengelola arus uang,menjaganya agar tetap seimbang dan positif.
c) Subsistem Pengendalian, memudahkan manajer untuk menggunakan secara efektif semua sumber daya yang tersedia.
komentar:
1.Bahwa untuk menerapkan hasil dari sistem informasi keuangan yang dibuat sehingga mampu mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam kegiatan pengelolaan keuangan perusahaan terutama pada perusahaan yang besar.
2. Pengarsipan data akan terdokumentasi dengan baik sesuai bagian yang terlibat karena prosedur dari sistem telah jelas.
3. Keamanan data terjamin dengan adanya pembagian otorisasi dan dengan adanya pengamanan di dalam sistem informasi keuangan itu sendiri.
by: Sri Nur handayani (kelas : 11.3A.16 NIM : 11085824)
Google Docs
Google Docs is a free, Web-based word processor, spreadsheet, presentation, and form application offered by Google. It allows users to create and edit documents online while collaborating in real-time with other users. Google Docs combines the features of two services, Writely and Spreadsheets, which were merged into a single product on October 10, 2006. A third product for presentations, incorporating technology designed by Tonic Systems, was released on September 17, 2007.
History
Google Docs originated from two separate products, Writely and Google Spreadsheets. Writely was a web-based word processor created by the software company Upstartle and launched in August 2005. Spreadsheets, launched as Google Labs Spreadsheets on June 6, 2006, originated from the acquisition of the XL2Web product developed by 2Web Technologies. Writely’s original features included a collaborative text editing suite and access controls. Menus, keyboard shortcuts, and dialog boxes are similar to what users may expect in a desktop word processor such as Microsoft Word or OpenOffice.org Writer.
In February 2007, Google Docs was made available to Google Apps users.
In June 2007, Google changed the front page to include folders instead of labels, organized in a side bar.
On September 17, 2007, Google released their presentation program product for Google Docs.
On July 6th, 2009, Google announced on their official blog that Google Docs along with other Google Apps would be taken out of beta.
Features
Google Docs is Google’s “software as a service” version of an office suite. Documents, spreadsheets, forms and presentations can be created within the application itself, imported through the web interface, or sent via email. They can also be saved to the user’s computer in a variety of formats (ODF, HTML, PDF, RTF, Text, Word). By default, they are saved to the Google servers. Open documents are automatically saved to prevent data loss, and a revision history is automatically kept. Documents can be tagged and archived for organizational purposes. The service is officially supported on recent versions of the Firefox, Internet Explorer, Safari and Chrome browsers running on Microsoft Windows, Apple OS X, and Linux operating systems.
There is a limit on how much a user can store on their account. Documents may not exceed 500k, embedded images must not exceed 2MB each, and spreadsheets are limited to 256 columns, 200,000 cells, and 99 sheets. A user can have a total of 5,000 documents and presentations, 5,000 images, 1,000 spreadsheets, and 100 PDFs at one time. In September 2009, an equation editor was added which allows rendering in LaTeX format.
Google Docs serves as a collaborative tool for editing amongst users and non-users in real time. Documents can be shared, opened, and edited by multiple users at the same time. In the case of spreadsheets, users can be notified of changes to any specified regions via e-mail. The application supports the ISO standard OpenDocument format. It also includes support for proprietary formats such as .doc and .xls as well as support for .docx and .xlsx.
Google Docs is amongst many cloud computing document-sharing services. The majority of document-sharing services require user fees, whereas Google Docs is free. Its popularity amongst businesses is growing due to enhanced sharing features and accessibility.
Google Docs can be used (viewing and editing) in offline mode using Google Gears.
Komentar :
Google Docs merupakan salah satu aplikasi yg berbasis web 2.0 jd ketika kita ingin menggunakannya yg diperlukan di komputer kita hanyalah sebuah Browser (ex:firefox,IE,Opera) dan sebuah koneksi internet,hal ini sebenarnya bukan hal asing lagi kita karena sebenarnya kita juga sudah sering menggunakan dan berinteraksi dengan aplikasi seperti ini misalnya saja Facebook hanya saja jika facebook lebih difokuskan untuk jejaring sosial (social networking),sedangkan Google Docs lebih difokuskan untuk pembuatan dokumen-dokumen.
Google Docs sendiri terdiri dari aplikasi pembuat document,presentation,spreadsheet,form,dan folder.
adapun kelebihan dari Goole Docs yaitu :
1. kita dapat membuat,membuka,mengedit dokument dari mana saja dimana saja karena yg diperlukan hanyalah koneksi internet untuk mengaksesnya
2. antarmuka yg sangat simple
3. Mendukung format file seperti Pdf,Doc,Xlx,dan lainnya
4. kita dapat mengunggah (upload) dan menyimpan dokumen langsung dari komputer kita
5. kita dapat berbagi (share) kepada yang lain document kita kerjakan sehingga kita dapat melakukan kolaborasi kerja.
6. Tidak ada lagi yang namanya kehilangan file karena file kita aman tersimpan diserver Google
Kekurangan :
1. Kurangnya komplitnya pengaturan-pengaturan yang komplek seperti tema,format dsb
2. Peforma yang masih cukup lambat
Kesimpulan :
Meskipun Google Docs masih belum sepenuhnya bisa menggantikan peran aplikasi Microsoft Office ataupun OpenOffice dalam hal pembuatan dokumen-dokumen karena masih banyaknya kekurangan yang dimilikinya, akan tetapi aplikasi buatan dari perusahaan Google Inc. ini masih bisa kita andalan dalam pembuatan dokumen-dokumen yang tidak memerlukan perngaturan-pengaturan yang rumit dan satu hal yang menjadi nilai tambah aplikasi Google Docs ini dari Ms.Office adalah kemudahan dalam mengaksesnya dan tentu saja aplikasi tidak berbayar untuk dapat menggunakannya alias GRATIS…..
OA by Indra Nurdian (11085832) {11.3A.16}
Kebutuhan akan adanya sistem informasi manajemen yang baik serta penggunaan komputer di dalam otomatisasi kantor dan sistem yang terpadu adalah kebutuhan yang sangat krusial dan keharusan bagi perusahaan untuk eksis dalam dunia bisnis. Salah satu dasar sistem informasi manajemen yang krusial adalah penggunaan program akuntansi dalam melakukan transaksi bisnis.
Dengan demikian, penggunaan program akuntansi adalah salah satu kebutuhan mendasar untuk menjalankan bisnis. Dengan program akuntansi, seluruh aspek bisnis yang dikelola dapat diukur dengan tepat waktu. Informasi ini sangat penting artinya untuk aktivitas bidang perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan yang efektif bagi kelangsungan hidup perusahaan. MYOB adalah program akuntansi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan penyediaan informasi akuntansi, sekaligus sebagai alat pengolah laporan keuangan.
A. Sejarah MYOB
MYOB dimulai pada tahun 1991 di Australia dan merupakan salah satu perusahaan yang sukses mengenali kebutuhan yang unik dari perusahaan kecilmenengah sampai perusahaan menengah-besar akan sistem manajemen bisnis (business management systems) yang powerful , mudah dan terjangkau.
Sukses ini kemudian berkembang ke seluruh dunia. MYOB pada tahun itu juga memenangkan 1991 MacWorld Award untuk kategori Best Accounting Software dan kategori Best Newcomer Software.
Tahun 1996, MYOB Inc., terus berkembang dan bergerak dibawah paying MYOB Limited. MYOB kemudian mengembangkan 6 cabang untuk meng-cover pemasaran MYOB di seluruh dunia, yaitu MYOB US, Inc., MYOB Canada Inc., MYOB Australia Pty Ltd., MYOB New Zealand, MYOB UK Ltd. dan MYOB Asia, yang saat ini terus berkembang dengan munculnya versi khusus negara lainnya, versi Malaysia adalah yang pertama di Asia, sebelum munculnya versi Singapura, Hongkong dan Asia – International , dan sekarang telah lebih banyak lagi versi negara yang tersedia.
B. Pengertian MYOB
Menurut Feroza Ranti, MYOB adalah software akuntansi yang berfungsi membantu bagian keuangan dalam menyusun laporan keuangan, lengkap dengan pengendalian inventory, penjualan, pembelian aset perusahaan, ahkan tersedia lebih dari 150 jenis laporan keuangan yang tersimpan secara otomatis da ntersaji secara detail.
Sedangkan secara umum, pengertian MYOB adalah sebuah software akuntansi yang diperuntukkan bagi usaha kecil dan menngah (UKM) yang dibuat secara terpadu (inteegrated software).
Kelebihan MYOB dibandingkan dengan software akuntansi lain:
a. User friendly (mudah digunakan), bahkan oleh orang awam yang tidak mempunyai pengetahuan mendasar tentang akuntansi.
b. Tingkat keamanan yang cukup valid untuk setiap user.
c. Kemampuan eksplorasi semua laporan ke program Excel tanpa melalui proses ekspor/impor file yang merepotkan.
d. Kemampuan trash back semua laporan ke sumber dokumen dan sumber transaksi.
e. Dapat diaplikasikan untuk 105 jenis perusahaan yang telah direkomendasikan.
f. Menampilkan laporan keuangan komparasi (perbandingan) serta menampilkan analisis laporan dalam bentuk grafik.
C.Kekurangan MYOB
a.Untuk penjualan item, harga peritem hanya bisa di bawah 1M, fungsi pelaporan tidak sebaik DacEasy.
b.Dibutuhkan kejelian tinggi untuk memposting akun agar tidak tertukar dengan akun lainnya
c.Format Neraca masih menggunakan standar Australia. Neraca yang ditampilkan adalah Aset – Kewajiban = Net Asset (Modal)
d.Belum mendukung multi gudang.
Komentar :
Menurut saya pribadi MYOB merupakan Sistem Informasi Akuntansi yang mudah dipakai dan diaplikasikan oleh beberapa perusahaan terkenal di dunia. MYOB sendiri hadir pada tahun 1991 di australia di perusahaan kecilmenengah dan menengahbesar.
Tapi dari sekian banyak kelebihan MYOB juga memiliki kekurangan yaitu transaksi tidak bisa melebihi dari 1 miliar karena di MYOB transaksi di batas hanya sampai 900 juta.
Selain itu MYOB juga belum dilengkapi multi gudang karena MYOB hanya bisa beroperasi di single gudang atau penyimpanan tunggal. Yang unik dari Program MYOB adalah setiap orang terlatih ataupun awam bisa mengunakan software ini.
Posted by Gerry Rocky Gelardy (NIM : 11085840; KELAS : 11.3A.16)